Seorang teman pria pernah bercerita padaku
Dia pernah punya kekasih yang sangat dia hargai sebagai wanita
Dia sangat menyayangi kekasihnya
Mencintainya melebihi dirinya
( Aku mulai serius mendengarkan )
Dia bercerita betapa hancur hatinya ketika kekasihnya sakit parah
Selama sebulan dia menemani di rumah sakit
Tak tidur siang malam karena ada di sisi pembaringan sang kekasih
Menggenggam tangannya seolah takut maut memisahkan mereka
Syukurlah akhirnya kekasihnya bisa sembuh
( Dia mengubah posisi duduknya menjadi tegak tapi dia terdiam )
(Kelanjutannya bagaimana ? tanyaku penasaran )
Mereka berpacaran tiga tahun
Selama itu dia sangat menghargai kekasihnya
Ibarat kerajaan, kekasihnya itu dia tempatkan di singgasana
( Aku jadi iri dengan kekasihnya, bahagianya menjadi dia )
( Tapi kenapa kalian putus? tanyaku. Wajahnya berubah )
Dia menempatkan kekasihnya di singgasana tertinggi karena sangat mencintainya
Tapi kekasihnya menurunkan dirinya sedikit demi sedikit hingga tidak mempunyai nilai
Dari singgasana kekasihnya menurunkan dirinya sendiri hingga ke tanah
(Aku menatapnya dengan heran sambil bertanya)
Dia menjawab kamu pasti mengerti walau tidak dijelaskan
Lama aku mencari jawabannya sendiri…hingga akhirnya aku mengerti..
0 komentar:
Posting Komentar