Senin, 27 Februari 2012

Dari Singgasana Turun ke Tanah

0


Seorang teman pria pernah bercerita padaku

Dia pernah punya kekasih yang sangat dia hargai sebagai wanita

Dia sangat menyayangi kekasihnya

Mencintainya melebihi dirinya

( Aku mulai serius mendengarkan )

Dia bercerita betapa hancur hatinya ketika kekasihnya sakit parah

Selama sebulan dia menemani di rumah sakit

Tak tidur siang malam karena ada di sisi pembaringan sang kekasih

Menggenggam tangannya seolah takut maut memisahkan mereka

Syukurlah akhirnya kekasihnya bisa sembuh

( Dia mengubah posisi duduknya menjadi tegak tapi dia terdiam )

(Kelanjutannya bagaimana ? tanyaku penasaran )

Mereka berpacaran tiga tahun

Selama itu dia sangat menghargai kekasihnya

Ibarat kerajaan, kekasihnya itu dia tempatkan di singgasana

( Aku jadi iri dengan kekasihnya, bahagianya menjadi dia )

( Tapi kenapa kalian putus? tanyaku. Wajahnya berubah )

Dia menempatkan kekasihnya di singgasana tertinggi karena sangat mencintainya

Tapi kekasihnya menurunkan dirinya sedikit demi sedikit hingga tidak mempunyai nilai

Dari singgasana kekasihnya menurunkan dirinya sendiri hingga ke tanah

(Aku menatapnya dengan heran sambil bertanya)

Dia  menjawab kamu pasti mengerti walau tidak dijelaskan

Lama aku mencari jawabannya sendiri…hingga akhirnya aku mengerti..

0 komentar:

Posting Komentar