Bebas dalam bertindak
Bebas dalam bertutur
Tulisanku kadang menentramkan hati
Kadang menyejukkan jiwa
Kadang memerahkan telinga
Tergantung yang merasa
Tak ada niat tuk menyakiti
Tak ada niat tuk menyanjung
Apalagi tuk menjilat
Semua mengalir seperti air
Mengikuti irama fikiran
Tanganku akan merangkai kata-kata
Yang kadang tak terduga
Walau aku dipuji untuk orang yang tersanjung
Walau aku di benci untuk orang yang tersinggung
Walau ada yang tak peduli untuk yang tak paham tulisanku
Aku terus berkarya
Kadang perih terasa
Saat penguasa mulai tak suka
Saat kebebasanku di jadikan senjata
Seolah aku telah melakukan suatu dosa
Kemana perginya logika
Yang kulakukan bukan kesalahan
Semua adalah panggilan jiwa
Panggilan jiwa yang kadang tak terarah
Kalau kemudian aku terpenjara
Lalu apa yang akan mereka dapatkan
Diriku tak mungkin berhenti dari merangkai kata
Walau aku dijauhkan dari komputer dan laptop
Masih ada pulpen dan kertas tempatku menulis
Walau Pulpen dan kertas mereka singkirkan
Masih ada tembok tempatku menuangkan rasa
Walau tembok mereka hilangkan
Masih ada lantai yang siap menampung asa
Walau lantai mereka hilangkan
Masih ada kulit yang bisa kujadikan sandaran
Walau tanganku mereka rantai
Masih ada mulut tuk berucap kata
Walau mulutku kemudian mereka sumpal
Masih ada pikiran yang bisa bebas terbang mencari inspirasi
Merangkai kata dalam ilusi
Kalau mereka masih tersiksa
Mungkin mereka akan mengganti memori ingatanku
Hingga aku tak bisa mengenal diriku lagi
Kalau itu masih juga tak bisa menghentikanku
Mungkin mereka akan menghilangkanku dari dunia
Namun itu tak bisa menghentikan irama kata
Seperti udara dia akan ada
Tak perlu dihentikan
Semua akan lenyap saat udara tak ada
Aku hanyalah penulis biasa
Tak ada yang istimewa
Tapi mengapa aku terpenjara?
Mungkin aku yang salah merangkai kata
Ataukah mereka yang salah memaknai setiap kata
Hingga jiwaku harus binasa…
0 komentar:
Posting Komentar